Komite Rakyat Bersatu Desak Gubsu Selesaikan Konflik Tanah di Sumatera Utara

    Komite Rakyat Bersatu Desak Gubsu Selesaikan Konflik Tanah di Sumatera Utara

    MEDAN - Ratusan Masyarakat mengatasnamakan Komite Rakyat Bersatu (KRB) yang sudah berpuluh tahun menempati Lahan eks HGU PTPN II melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (19/1/2022) .

    Aksi unjuk rasa tersebut mendesak Gubernur Sumatera Utara segera menyelesaikan seluruh konflik pertanahan yang terjadi di Sumatera Utara antara rakyat dengan PTPN 2, 3 dan 4 , kebun swasta, kebun asing (PT. briggestone), Puskopad (Ramunia) dan lainnya.

    Cortado steamed milk
    market.biz.id Cortado steamed milk
    9% Rp 2.300
    Beli sekarang!

    Sesuai perintah Presiden Joko Widodo kepada Gubernur Sumatera Utara pada saat rapat terbatas di istana negara pada 11 Maret 2020 agar segera diselesaikan dan didistribusikan kepada rakyat.

    "Persoalan tanah eks HGU PTPN 2 seluas 5.873, 06 hektar adalah dari perjuangan rakyat, saat itu Gubernur Sumatera Utara membentuk Tim B Plus atas Tuntutan Puluhan Ribu Masyarakat Petani yang melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Gubsu pada tahun 2002, " ujar Koordinator aksi Johan Merdeka.

    Pizza Hut Black Pizza
    market.biz.id Pizza Hut Black Pizza
    6% Rp 1.750
    Beli sekarang!

    Hasil dari itu diketahui keluarlah kesimpulan yang sudah jelas matrikulasi yang diperkuat dengan SK BPN No 42, 43, 44 tahun 2002 dan SK 10 Tahun 2004 dengan tidak memperpanjang HGU PTPN 2 seluas 5.873, 06 ha.

    "Kami melihat adanya indikasi kepentingan mafia tanah karena ada satu lembaga yang tidak masuk dalam matrikulasi 2002 bisa mendapatkan sertifikat, nah mengapa Masyarakat yang sudah menduduki berpuluh tahun diatas tanah eks HGU kenapa tidak di respons, ada apa ini pak gubernur, " ujarnya. 

    WARTA.CO.ID
    market.biz.id WARTA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Massa aksi yang sempat masuk untuk audensi bertemu dengan Sekda Provsu, selalu ketua tim penyelesaian tanah eks HGU PTPN II melakukan "walkout" karena yang akan dijumpai tidak ada. 

    "Buat apa kami melakukan pertemuan sedangkan orang yang diharapkan dalam mengambil kebijakan tidak ada, " jelasnya.

    HUMAS.CO.ID
    market.biz.id HUMAS.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Setelah melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, masa aksi bergerak ke Kantor BPN Sumatera Utara meminta agar BPN ikut andil dalam memberantas Mafia tanah di Sumatera Utara.(alam/tim)

    MEDAN SUMUT
    Alamsyah Putra

    Alamsyah Putra

    Artikel Sebelumnya

    Lari ke Tanah Karo, Pelaku Penganiayaan...

    Artikel Berikutnya

    Nekat Jambret HP, AT Diamankan Polsek Binjai...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 665

    Registered: Nov 23, 2021

    Agus Riyanto

    Agus Riyanto verified

    Postingan Bulan ini: 3

    Postingan Tahun ini: 177

    Registered: Nov 23, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 2

    Postingan Tahun ini: 1638

    Registered: May 25, 2021

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 2

    Postingan Tahun ini: 738

    Registered: Aug 19, 2021

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    3 Mahasiswa UNAIR Asal Lamongan Ciptakan Bahan Bakar Alternatif dari Sekam
    Cerita Rizalnutritionist dari UNAIR Menuju Cornell University
    Dandim 1507/Saumlaki Komandan Upacara Pemberangkatan Satgas Pulau Terluar Koops XVI TA 2022
    Paripurna DPR RI, Hasnah Syam Sampaikan Pendapat Fraksi Nasdem

    Rekomendasi

    Ombudsman RI Temukan Potensi Maladministrasi Dalam Proses Peralihan Pegawai BRIN
    Apel Pagi, Kepala Rutan Labuhan Deli Kanwil Kemenkumham Sumut Apresiasi Seluruh Petugas
    Pangdam III/Siliwangi Sambut Kepulangan Prajurit Yonif 315/Garuda, Satgas Satuan Organik di Wilayah Papua
    Pengelolaan Absensi Manual vs Pengelolaan Absensi Online Berbasis Web dan Mobile, Mana yang Cocok bagi Perusahaan?
    Ramuan Obat Tradisional Dinilai Mampu Obati PMK pada Hewan Ternak

    Ikuti Kami